Anaku
Adalah Muridku
Oleh
Novi
Priyanti
Anaku
dalam konteks judul di atas adalah siswa Sekolah Dasar. Saya akan
mengajar IPA di Sekolah Dasar. Sesuai dengan tuntutan usi silabus,
materi pokok pembelajarannya adalah Makhluk Hidup. Saya akan
melaksanakan pembelajaran tentang Penggolongan Tumbuhan di Sekolah
dasar.
Saya
memeng seorang guru. Namun, profesi ini baru beberapa tahun saya
jalani. Tetepi saya juga seorang mahasiswi di Universitas Terbuka.
Ini adalah pengalaman pertama saya dalam mengajar. Saya membayangkan
akan berhadapan dengan anak-anak yang masih sangat lugu, masih banyak
membutuhkan bimbingan dan arahan. Pengetahuan yang akan kita berikan
kepada mereka adalah sesuatu yang sangat besar yang akan menjadi
bekal bagi mereka dalam mengikuti jenjang pendidikan berikutnya. Saya
juga yakin bahwa kekeliruan yang akan dilakukan oleh seorang guru
dalam pembelajaran di tingkat dasar ini akan memberikan dampak yang
kurang baikbagi anak intuk jangka waktu yang sangat lama. Inilah
dasar pemikiran saya bahwa pembelajaran di Sekolah Dasar bukanlah
sesuatu yang dapat dianggap mudah.
Selasa,
24 agustus 2010 pukul 07.00 saya melaksanakan pembalajaran di kelas
III SD Negeri Kaliwedi, Kebasen. Sesuai dengan isi silabus semester 1
saya mengajar tentang Makhluk Hidup., dengan Standar Kompetensi :
Memahami Ciri-ciri dan Kebutuhan Makhluk Hidup serta Hal-hal yang
Mempengaruhi Perubahan pada Makhluk Hidup. Kompetensi Dasar :
Menggolongkan Makhluk Hidup secara Sedarhana. Sebelum pembelajaran
dimulai, saya menyiapka RPP, alat peraga dan media pembelajaran.
Awal
saya berdiri di depan kelas, saya m,elihat wajah anak-anak yang polos
menantikan sepatah kata pembuka dari saya. “assalamu’alaikum wr
wb” itulah kata pertama yang saya ucapakan. Dimulai dengan berdoa
bersama, kemudian saya mengabsen siswa satu persatu agar terlihat
akrab dengan anak-anak dan terjalin rasa kekeluargaaan. “anak-anak
bagaimana kabarnya hari ini? Tanyaku, “baik bu” jawab mereka.
“Anak-anak hari ini kita akan brlajar tentang penggolongan makhluk
hidup terutama tumbuhan. Siapa yang tau tentang oerbedaan daun papaya
dan daun jambu?” hampir serempak mereka menjawab “ daun pepeya
sep[erti jari, sedangkan daun jambu tidak”.
Pertama-tama
saya menjelaskan materi pelajan tentang penggolongan tumbuhan
berdasarkan tulang daunnya, setelah dirasa cukup kemudian saya
membagi siswa menjadi lima kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6
anak.
Pembelajaran
berlanjut. Setiap kelompok saya minta menyebutkan jenis tulang daun
yang saya bagikan kepada mereka, dan menyebutkan beberapa tumbuhan
yang mempunyai tulang daun tersebut. Semua anak tanpak bersemangat
bekerja. Namun, pada saat presentasi tugas kelompok, saya mengalami
kesulitan, yaitu tidak satupun kelompok bersedia tampil memaparkan
tugas yang sudahmereka selesaikan. Saya merasa mereka malu. Dengan
gaya bahasa tertentu, saya membujuk mereka. Setelah dibujuk-bujuk,
kelompok 1 tampil menempelkan hasil kerja kelompok di papan tulis dan
memaparkannya atau lebih tepat membacanya. Saya berharap akan ada
tanggapan dari kelompok lain (sebagaimana sekenario pembelajaran yang
sudah sya rancang sebelumnya). Setelah selesai membacakan hasil kerja
kelompok, penghargaan yang di berikan adalah tepuk tangan dan saya
merasa semua anak antusias bertepuk tangan. Tetapi, saya merasa bahwa
tidak semua anak berpartisipasi penuh dalam pembelajaran. Beberapa
anak terlihat wajahnya tanpak ekspresi dan saya merasa ad
“ketidaknyamanan” da;lam batin saya. Saya menginkan semua anak
terlihat penuh dalam konteks pembelajaran.
Meskipun
saya merasa tujuan pembalajaran atau target pembelajaran pagi itu 90%
tercapai, masih ada ganjalan di benak saya ketika pembelajaran
berakhir. Ganjalan itu adalah (1) bagaimanakah seharusnya kita
mengajar? (2) apakah semua anak menikmati pembelajaran ini? Namun,
saya mewngakhiri pembelajaran ini dengan penuh senyum, sebuah senyum
bahagia menjadi geru di Sekolah Dasar.
Di
penghujung pembelajaran, sebagai refleksi saya ajukan pertanyaan “
bagaiman anak-anak, apakah pembelajaran hari ini menyenangkan??”
“menyenangkan bu”. Semoga hari-hariku bersama anak-anaku akan
selalu menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar