Senin, 09 Juli 2012

PTK Matematika kelas 3


LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD BAGI SISWA KELAS III SDN KALIWEDI
KECAMATAN KEBASEN


Laporan Ini Disusun dan Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK 4501)
Program S1 PGSD FKIP Universitas Tebuka


Oleh :
NOVI PRIYANTI
NIM 818760671


UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH PURWOKERTO
2012





BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Nasional telah berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Dengan berbagai cara yang dilakukan baik merubah kurikulum sampai adanya pendidikan dan pelatihan bagi guru.
Sumber Daya Manusia (SDM) terdiri dari dua aspek yaitu aspek 1 mutunya dan 2 aspek jumlah penduduknya. Makin besar jumlahnya makin besar kemampuannya untuk membangun suatu lingkungan, lebih – lebih bila diorganisasikan dengan baik. Mutu manusia atau penduduk sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang membina dan mengembangkannya. Pendidikan, pelatihan, penataran sangat berperan dalam usaha mempertinggi mutu (kualitas) manusia.
Usaha kongkrit yang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, ketrampilan profesional, dan kemampuan guru dalam pembelajaran dapat melalui pendidikan formal maupun non formal, seperti: Kelompok Kerja Guru (KKG), workshop, penataran, diklat, dan seminar. Proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh profesionalitas seorang guru, fasilitas pembelajaran, dan motivasi siswa cukup tinggi, dapat diharapkan mutu kegiatan pembelajaran baik dan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Keberhasilan proses pembelajaran dapat diukur dari kegiatan belajar mengajar yang dapat membangkitkan minat belajar siswa. Guru dengan segala cara berusaha untuk menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran, seperti tersedianya media pembelajaran yang memadai sehingga dapat memberikan peluang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan bakat, minat, serta tujuan pembelajaran.
Proses pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar peneliti bertugas masih menggunakan pola tradisional, dimana guru lebih dominan dalam setiap pembelajaran. Metode yang digunakan kurang bervariasai dan masih didominasi dengan metode ceramah. Sementara peserta didik masih dijejali ilmu yang bersifat teori, kurang memperhatikan pengalaman belajar, akibatnya siswa pasif dan hasil belajar siswa masih rendah.
Pada studi awal yang dilakukan untuk mata pelajaran Matematika, berdasarkan hasil pengamatan motivasi siswa tergolong masih rendah. Berikut peneliti tampilkan hasil pengamatan untuk keaktifan siswa.
Tabel 1.1
Hasil Pengamatan Motivasi Studi Awal Pembelajaran Matematika
NO
Aspek Pengamatan Keaktifan
Banyaknya Siswa
Prosentase
1
Aktif bertanya
3
9,37%
2
Aktif menanggapi jawaban guru atau teman
3
9,37 %
3
Aktif menjawab pertanyaan guru
6
18,75%
4
Aktif dalam berdiskusi
9
28,12%
5
Aktif membantu kesulitan teman
4
12,5%
Rata-rata Keaktifan Siswa
15,62%

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata keaktifan siswa hanya mencapai 13,74 %. Hal itu masih dikatakan rendah karena yang diharapkan oleh peneliti rata-rata keaktifan siswa mencapai 80%.
Sedangkan hasil ulangan pada Kompetensi Dasar (KD) Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat atau unsur tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan. Berikut peneliti sajikan hasil ulangan Kompetensi Dasar yang dimaksud.
Tabel 1.2
Nilai Hasil Ulangan Studi Awal Matematika kelas III
No
Nama Siswa
Pra
Siklus


N
T/BT
1
Maruf Abdillah
40
BT
2
Rijal Nur kholis
40
BT
3
Luki Adi Triyatno
60
BT
4
Elvan Tri Saban P
40
BT
5
Karlinda
40
BT
6
Windi Astuti
60
BT
7
Yugo Wirawan
60
BT
8
Zahra Nuraeni
50
BT
9
Achmad Syamsul M
50
BT
10
Alif Akmalul Bazor
50
BT
11
Anisa Musaidatul
70
T
12
Anisatul Isriyah
40
BT
13
Azzah Khoirunnisa
60
BT
14
Bela Safitri Meilia
80
T
15
Bisma Anjala Sutra
80
T
16
Dewi Farkhatul
60
BT
17
Dinni Miftakhul Kh
60
BT
18
Dwi Cahyani
70
T
19
Fahmi Azizul Hakim
50
BT
20
Faiz Septo Aji
60
BT
21
Faridatul Hikmah
80
T
22
Figit Rizzah Gunawan
60
BT
23
Ibnu Ramadhan
60
BT
24
Lely Mawar Yuanda
60
BT
25
Rima Rizqia Oktaviani
80
T
26
Rizki Nur Afnan
80
T
27
Siti Nur Khoeriyyah
80
T
28
Tri Oktaviana Toyibah
70
T
29
Tri Mugo Laksono
80
T
30
Yuliana Puspita Dewi
60
BT
31
Devia Alviani Putri
50
BT
32
Muhammad Fiqih F
60
BT
Jumlah
1940

Rata-rata
60,62

Jumlah siswa tuntas

10
Jumlah siswa belum tuntas

22
KKM
61

Prosentase ketuntasan
31,2%


Berdasarkan tabel di atas, dari 32 siswa, 22 siswa mendapat nilai di bawah KKM, sementara hanya 10 siswa yang mencapai KKM. Hal ini menunjukkan 68,75 % dari jumlah siswa belum tuntas dalam pembelajaran tersebut. Sedangkan nilai rata-ratanya hanya 60,62.
Upaya sudah dilakukan untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran, tetapi hasilnya belum memuaskan. Evaluasi merupakan salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana materi dapat dikuasai oleh peserta didik dan hasilnya dijadikan sebagai umpan balik dalam proses pembelajaran. Hasil tes menunjukkan masih rendahnya pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Dari 32 siswa hanya 10 siswa yang mendapat nilai 61 ke atas, sedangkan 22 siswa yang mendapat nilai dibawah 60. Kalau hal ini dibiarkan akan berdampak negatif terhadap proses pembelajaran selanjutnya.
Identifikasi masalah
Berdasarkan kasus di atas penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
Tingkat penguasaan materi siswa rendah.
Semangat belajar siswa rendah.
Sarana kurang memadai
Meninjau hasil ulangan yang lalu yang masih rendah
Analisis masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka peneliti dapat menganalisis faktor penghambat keberhasilan pembelajaran dengan analisis masalah sebagai berikut :
Belum adanya alat peraga
Penulis lebih mendominasi menggunakan metode ceramah.
Belum tercipta suasana interaktif antara guru dan siswa.
Pertanyaan belum dirumuskan dengan jelas, masih sulit untuk dipahami
Dengan adanya masalah tersebut di atas, maka peneliti mengadakan perbaikan pembelajaran melalui metode STAD.
Rumusan Masalah
Berdasarkan pada analisis masalah di atas maka masalah faktor perubahan keberhasilan pembelajaran difokuskan pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD, sehingga rumusan masalahnya dapat disusun sebagai berikut :
Apakah metode STAD dalam pembelajaran matematika tentang bangun datar siswa kelas III SD Negeri Kaliwedi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa ?
Bagaimanakah peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika tentang bangun datar siswa kelas III SD Negeri Kaliwedi melalui model pembelajaran STAD ?
Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Meningkatkan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan metode STAD.
Perbaikan kinerja guru agar lebih profesional.
Mendeskripsikan proses pembelajaran bahwa dengan metode STAD menyenangkan.
Mendeskripsikan efektivitas pembelajaran dengan metode STAD
2. Tujuan Khusus
Menganalisis dampak penggunan model pembelajaran STAD dalam pembelajaran matematika tentang bangun datar siswa kelas III SD Negeri Kaliwedi terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran STAD dalam pembelajaran matematika tentang bangun datar siswa kelas III SD Negeri Kaliwedi terhadap peningkatan motovasi belajar siswa.
Mengetahui respon siswa terhadap metode diskusi dalam pembelajaran
Memenuhi tugas dalam materi kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional ( PDGK 4501 ) pada program S1 PGSD.
Manfaat Penelitian
Manfaat hasil penelitian pembelajaran melalui PTK antara lain :
Bagi Guru :
Membantu guru memperbaiki pembelajaran
Membantu guru berkembang secara professional
Guru menjadi mengerti beberapa model dan metode pembelajaran
Meningkatkan rasa percaya diri
Guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan guru.
Bagi Siswa :
Siswa memiliki pengalaman langsung.
Meningkatkan hasil belajar.
Kritis terhadap hasil belajarnya.
Peserta didik dapat mengikuti pembelajaran yang menarik.
Bagi sekolah :
Dengan dukungan kreatifitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran maka mutu pembelajaran di sekolah dapat ditingkatkan.
Adanya perkembangan diri guru.
Memiliki guru yang profesional dalam mengelola pembelajaran di depan kelas.
Sekolah dapat berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.
Meningkatkan prestasi sekolah
Meningkatkan mutu pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar