KAJIAN
KRITIS
Kajian
Kritis terhadap : Buku Bahasa Indonesia I, bse, (Pusat Perbukuan
Depdiknas)
Judul :
Perlunya pengenalan abjad dan bunyi bahasa
Karangan :
H.
Suyatno, Ekarini Saraswati, T. Wibowo, Sawali, Sujimat
Oleh :
Karsinah
PENDAHULUAN
Materi
mendengarkan bunyi bahasa, dapat kita baca pada buku Bahasa Indonesia
kelas I, bse, karangan H.
Suyatno, Ekarini Saraswati, T. Wibowo, Sawali, Sujimat, penerbit
Pusat Perbukuan, Depdiknas Tahun 2008. Penulis mengkritisi buku
tersebut bertujuan agar diadakannya revisi bagi buku tersebut karena
walaupun hanya masalah sepele namun akibatnya bisa fatal, karena hal
tersebut dapat menyebabkan mis konsepsi atau salah dalam menanamkan
konsep.
Pada
buku tersebut (halaman 11) dimuat tentang mendengarkan bunyi bahasa,
yang langsung membentuk suatu kata, contohnya
ini
binu
i
ni bi nu
ini
binu
banu
papa bima
ba
nu pa pa bi ma
banu papa bima
Menurut
penulis hal tersebut sangat berbahaya karena tidak semua orang dapat
mengajar di kelas I, karena anak-anak kelas I masih sangat
membutuhkan bimbingan dan tidak semua siswa kelas I sudah mengenal
abjad dengan benar karena tidak semua siswa berasal dari TK. Guru
yang masih baru bisa jadi mengalami kesulitan dalam mengajarkan bunyi
bahasa. Tanpa di sertai macam-macam bunyi bahasa yang benar.
KRITIK
Menurut
penulis sebaiknya siswa di ajarkan membaca huruf terlebih dahulu.
Karena tidak semua anak dapat membaca hunuf dan mengetahui bentuk
huruf dengan benar. Pada buku tersebut siswa di ajarkan menirukan
bacaan dari guru dan di minta membaca sendiri, padahal masih banyak
siswa yang belum mengenal huruf dan bunyi bahasa karena tidak semua
anak berasal dari TK. Menurut penulis, sebaiknya dalam buku tersebut
dikenalkan tentang macam-macam huruf dengan cara menjiplak yaitu, a
b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z. Setelah
itu di ajarkan bunyi bahasanya dan yang terakhir belajar membaca
dengan cara mengeja. Alangkah baiknya jika prosesnya dilakukan secara
runtut, dari pengenalan abjad, pengenalan bunyi bahasa dan belajar
membaca dengan cara mengeja, sehingga
buku tersebut akan lebih bermutu lagi.
RANGKUMAN
coba
dengarkan guru membaca
lalu
bacalah sendiri
ini binu
I
ni bi nu
Ini binu
Ini nani
I
ni na ni
Ini nani
banu
papa bima
ba
nu pa pa bi mi
banu
papa bima
umi
mama nani
u
mi ma ma na ni
umi
mama nani
Sebaiknya
sebelum meminta siswa untuk membaca, kenalkan huruf dulu kepada
siswa, yaitu;
a
b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y
z
Siswa
diminta menjiplak huruf tersebut, mendengarkan cara pengucapan huruf
dan menirukan cara pengucapannya. Membedakan cara pengucapannya.
Setelah itu baru belajar membaca dengan cara mengeja.
KESIMPULAN
Pada
buku Bahasa Indonesia kelas I, bse, karangan H.
Suyatno, Ekarini Saraswati, T. Wibowo, Sawali, Sujimat, penerbit
Pusat Perbukuan, Depdiknas Tahun 2008, pada buku tersebut (halaman
11) dimuat tentang mendengarkan bunyi bahasa, yang langsung membentuk
suatu kata, contohnya,
ini binu
I
ni bi nu
Ini binu
Ini nani
I
ni na ni
Ini nani
banu
papa bima
ba
nu pa pa bi mi
banu
papa bima
umi
mama nani
u
mi ma ma na ni
umi
mama nani
Menurut penulis hal
tersebut sangat berbahaya karena tidak semua orang dapat mengajar di
kelas I, karena anak-anak kelas I masih sangat membutuhkan bimbingan
dan tidak semua siswa kelas I sudah mengenal abjad dengan benar
karena tidak semua siswa berasal dari TK. Guru yang masih baru bisa
jadi mengalami kesulitan dalam mengajarkan bunyi bahasa. Tanpa di
sertai macam-macam bunyi bahasa yang benar. Menurut penulis,
sebaiknya dalam buku tersebut dikenalkan tentang macam-macam huruf
dengan cara menjiplak yaitu, a
b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z. Setelah
itu di ajarkan bunyi bahasanya dan yang terakhir belajar membaca
dengan cara mengeja. Alangkah baiknya jika prosesnya dilakukan secara
runtut, dari pengenalan abjad, pengenalan bunyi bahasa dan belajar
membaca dengan cara mengeja, sehingga
buku tersebut akan lebih bermutu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar