Senin, 09 Juli 2012

kajian kritis kelas 1


KAJIAN KRITIS
Kajian Kritis terhadap : Buku Bahasa Indonesia I, bse, (Pusat Perbukuan Depdiknas)
Judul : Perlunya pengenalan abjad dan bunyi bahasa
Karangan : H. Suyatno, Ekarini Saraswati, T. Wibowo, Sawali, Sujimat

Oleh : Karsinah


PENDAHULUAN
Materi mendengarkan bunyi bahasa, dapat kita baca pada buku Bahasa Indonesia kelas I, bse, karangan H. Suyatno, Ekarini Saraswati, T. Wibowo, Sawali, Sujimat, penerbit Pusat Perbukuan, Depdiknas Tahun 2008. Penulis mengkritisi buku tersebut bertujuan agar diadakannya revisi bagi buku tersebut karena walaupun hanya masalah sepele namun akibatnya bisa fatal, karena hal tersebut dapat menyebabkan mis konsepsi atau salah dalam menanamkan konsep.
Pada buku tersebut (halaman 11) dimuat tentang mendengarkan bunyi bahasa, yang langsung membentuk suatu kata, contohnya
ini binu
i ni bi nu
ini binu

banu papa bima
ba nu pa pa bi ma
banu papa bima

Menurut penulis hal tersebut sangat berbahaya karena tidak semua orang dapat mengajar di kelas I, karena anak-anak kelas I masih sangat membutuhkan bimbingan dan tidak semua siswa kelas I sudah mengenal abjad dengan benar karena tidak semua siswa berasal dari TK. Guru yang masih baru bisa jadi mengalami kesulitan dalam mengajarkan bunyi bahasa. Tanpa di sertai macam-macam bunyi bahasa yang benar.


KRITIK

Menurut penulis sebaiknya siswa di ajarkan membaca huruf terlebih dahulu. Karena tidak semua anak dapat membaca hunuf dan mengetahui bentuk huruf dengan benar. Pada buku tersebut siswa di ajarkan menirukan bacaan dari guru dan di minta membaca sendiri, padahal masih banyak siswa yang belum mengenal huruf dan bunyi bahasa karena tidak semua anak berasal dari TK. Menurut penulis, sebaiknya dalam buku tersebut dikenalkan tentang macam-macam huruf dengan cara menjiplak yaitu, a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z. Setelah itu di ajarkan bunyi bahasanya dan yang terakhir belajar membaca dengan cara mengeja. Alangkah baiknya jika prosesnya dilakukan secara runtut, dari pengenalan abjad, pengenalan bunyi bahasa dan belajar membaca dengan cara mengeja, sehingga buku tersebut akan lebih bermutu lagi.


RANGKUMAN

coba dengarkan guru membaca
lalu bacalah sendiri

ini binu
I ni bi nu
Ini binu

Ini nani
I ni na ni
Ini nani

banu papa bima
ba nu pa pa bi mi
banu papa bima

umi mama nani
u mi ma ma na ni
umi mama nani

Sebaiknya sebelum meminta siswa untuk membaca, kenalkan huruf dulu kepada siswa, yaitu;
a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z
Siswa diminta menjiplak huruf tersebut, mendengarkan cara pengucapan huruf dan menirukan cara pengucapannya. Membedakan cara pengucapannya. Setelah itu baru belajar membaca dengan cara mengeja.


KESIMPULAN

Pada buku Bahasa Indonesia kelas I, bse, karangan H. Suyatno, Ekarini Saraswati, T. Wibowo, Sawali, Sujimat, penerbit Pusat Perbukuan, Depdiknas Tahun 2008, pada buku tersebut (halaman 11) dimuat tentang mendengarkan bunyi bahasa, yang langsung membentuk suatu kata, contohnya,
ini binu
I ni bi nu
Ini binu

Ini nani
I ni na ni
Ini nani

banu papa bima
ba nu pa pa bi mi
banu papa bima

umi mama nani
u mi ma ma na ni
umi mama nani
Menurut penulis hal tersebut sangat berbahaya karena tidak semua orang dapat mengajar di kelas I, karena anak-anak kelas I masih sangat membutuhkan bimbingan dan tidak semua siswa kelas I sudah mengenal abjad dengan benar karena tidak semua siswa berasal dari TK. Guru yang masih baru bisa jadi mengalami kesulitan dalam mengajarkan bunyi bahasa. Tanpa di sertai macam-macam bunyi bahasa yang benar. Menurut penulis, sebaiknya dalam buku tersebut dikenalkan tentang macam-macam huruf dengan cara menjiplak yaitu, a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z. Setelah itu di ajarkan bunyi bahasanya dan yang terakhir belajar membaca dengan cara mengeja. Alangkah baiknya jika prosesnya dilakukan secara runtut, dari pengenalan abjad, pengenalan bunyi bahasa dan belajar membaca dengan cara mengeja, sehingga buku tersebut akan lebih bermutu lagi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar